Tuesday, 17 August 2010

Taufik Ismail: Kerendahan Hati



Taufik Ismail : Kerendahan Hati

Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
yang tumbuh di tepi danau

Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
memperkuat tanggul pinggiran jalan

Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air

Tidaklah semua menjadi kapten
tentu harus ada awak kapalnya….
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu….
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri

Tuesday, 27 April 2010

Jika saya sudah tua...


Jika saya sudah tua…

Saya mungkin akan renta, akan mulai tuli, akan mulai sulit melihat, mulai sukar berkata-kata…

Jika saya sudah tua…

Saya mungkin akan bergantung selalu, akan selalu merepotkan, akan selalu mengganggu…

Jika saya sudah tua…

Mungkin saya punya banyak waktu untuk melihat…bahwa saya punya banyak orang yang mengasihi saya…bahwa yang saya kira musuh bisa jadi adalah yang paling perduli…bahwa apa yang sering saya tolak adalah sesuatu yang kelak akan selalu saya lakukan…bahwa apa yang saya tidak setuju, justru adalah hal yang selalu di anjurkan…

Jika saya sudah tua…

Saya mungkin bisa paham…kenapa dia begitu? Kenapa dia mesti begini?

Kenapa banyak hal saya tak boleh lakukan? Kenapa banyak hal yang saya sukai dia tidak juga menyukainya, dan banyak hal yang dia gemari, saya bahkan tidak tertarik sedikitpun…

Jika saya sudah tua…

Mungkin saya baru paham. Bahwa kasih dan cinta…tidak hanya selalu di dapat dan diberikan. Melainkan di biarkan dan di mengerti…

Jika saya sudah tua…

Mungkin sudah terlambat…

Jika saya sudah tua…

Mungkin saja saya bahkan tak sanggup untuk bicara…Bahwa saya sesungguhnya mencintai dan menyayangi orang -orang di sekitar saya. Bahwa keras suara dan lantang adalah gaya bicara saya…bahwa marah adalah suatu petunjuk kalau saya betul-betul perduli.

Jika saya sudah tua…

Saya tidak punya banyak waktu lagi untuk menunjukkan itu semua…

Jika saya sudah tua…

Friday, 16 April 2010

Sepasang Mata Bijak


Jangan Pernah mengabaikan “jalan”, berikan perhatian pada yang terlihat dan tak terlihat.
Jika jalur yang kamu tempuh bebas dari rintangan, jalur itu tidak berguna
“’Jalan’ yang yang diinginkan bukanlah sekadar jalur, namun suatu lingkup jiwa yang oleh alam semesta diisi dengan napasnya. Didalam da di luar dirimu, “jalan” ini ada bagimu. Bukalah diri terhadapnya, maka alam semesta akan selalu menopangmu alih alih merintangimu. Kalau tidak demikian, semua perjuanganmu sia-sia belaka.

“untuk melihat arah yang harus diambil, kamu hanya perlu melongok ke dalam dirimu sendiri, menyingkirkan kebingungan dari pikiranmu, agar pikiran itu dapat mendengar dorongan hatimu sendiri”

“Hatimu sendirilah yang memiliki kekuatan untuk membimbingmu. Kamu harus mengandalkan dirimu sendiri untuk membuka kesempatan apa pun lainnya. Terlahir dari hati, bertumbuh dari jiwa, “jalan” menuju kehidupan yang penuh daya tidak dapat diajarkan – “jalan” itu harus diambil.”

Dari mana harus memulai ??.

Mulailah dari tempatmu berada saat ini. Awali dengan membangkitkan “jalan” di dalam dirimu. Kamu harus membuka diri terhadap “jalan” untuk dapat menerimanya.
Impian tidak akan terwujud sampai Anda bertindak.
Terlalu sering menanti datangnya waktu dan tempat yang tepat untuk bertindak. Penantian itu sendiri sesungguhnya justru menghambat peristiwa yang kamu harapkan untuk terjadi.
Jika kamu tidak tahu ke mana hendak menuju, jalan mana pun yang kamu ambil akan membawamu ke sana.

Mengetahui apa yang tidak kamu ketahui adalah awal dari segalanya. Itulah awal dari hidup yang bertujuan.
Hidup yang bertujuan??.
Hidup yang bertujuan berarti bahwa apa yang kamu lakukan selaras dengan siapa dirimu. Kejernihan tujuan, hati yang terbuka, dan pikiran yang dipenuhi gairah member kita kekuatan untuk mengendalikan “jalan”. Hidup berdasarkan pilihan, dan bukan peluang, itulah yang dimaksud dengan menjalani hidup yang bertujuan.

Sikap menghasilkan ketinggian.
Keteguhan hati adalah perbedaan antara keinginan yang kuat dan ketidakinginan yang kuat.
Keheningan adalah sikap yang akan kamu butuhkan jika ingin menyatu dengan hasrat,tujuanmu yang sejati, hatimu.

Mengambil Keputusan Penting



Perjalanan yang paling utama untuk kita lakukan adalah perjalanan di dalam diri
Inti Menjalani hidup yang penuh berkat, Anda harus memiliki 2 hal :
1. Hasrat yang kuat untuk hidup dengan segenap potensi Anda
2. Keinginan dan kesediaan untuk menjalaninya setiap hari

Siapa dapat menebak tepatnya saat ketika duniamu akan berubah?

Perubahan-perubahan besar selalu menggelisajkan. Manakala perubahan terjadi, perubahan itu dapat memicu senacan ketakutan yang akan menciutkan nyali bahkan manusia yang paling percaya diri sekalipun. Perubahan itu dapat menciptakan kebingungan, keraguan, kemarahan, kecemasan, dan keputus asaan. Rasa Takut akan perubahan bias mencengkeram Anda dengan kekuatan yang begitu besar sehingga akan melumpuhkan Anda.
Tetapi hanya jika Anda mengizinkannya.

Takut akan perubahan, takut mengambil risiko, takut dipermalukan, atau takut seseorang akan mengkritik sasaran dan impian Anda – semua ini adalah musuh dari tujuan dan transformasi, Tetapi bahkan musuhpun memiliki musuh, dan musuh dari rasa takut dapat ditemukan dalam keberanian; bertindak di luar rasa takut.

Untuk beberapa orang, memperoleh kesadaran atas kenyataan yang sederhana ini dibutuhkan waktu. Untuk banyak orang, kesadaran ini tidak pernah dating sama sekali.
Siapa dapat menebak tepatnya saat ketika duniamu akan berubah, ketika entah dari mana “jalan” akan memberikan Anda kekuatan untuk bertahan atau berpasrah diri? Sadar terhadap pilihan berarti sadar terhadap transformasi.

Sangat berat untuk pergi ketika ketakutan bersembunyi dalam diri.